Orang bilang Jakarta itu kota metropolitan, kota yang terkenal dengan kemacetannya, kota dengan kekejaman atas ketidakpeduliannya. Namun dengan keberanian yang tak luput dari kekhawatiran, tak sedikit orang memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman hanya untuk mengecap kehidupan Ibu Kota yang menjanjikan. Begitupun saya yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan di Ibu Kota yang megah ini. Namun setelah beberapa bulan merasai udara kota Jakarta, yang tak bisa dibilang lebih sejuk dari kota asal saya ini, tak semua kekurangan kota Jakarta yang orang ceritakan itu benar. Coba kita lihat beberapa sisi positifnya. Disini, di Kota Jakarta, begitu banyak orang yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, yang secara tidak langsung menjadikan Kota Jakarta sebagai tempat dimana berkumpulnya adat dan budaya Indonesia. Justru karena Keberagaman yang banyak dibawa oleh orang-orang yang berurbanisasi ke Kota Jakarta, kita bisa menemui dan mempelajari berbagai adat dan budaya Indonesia yang beraneka ragam hanya dalam satu kota.
Menemui banyak orang dengan latar belakang adat budaya yang berbeda memerlukan proses adaptasi yang ternyata menguji kemampuan bersosialisasi saya. Ada banyak kebiasaan yang tak sepenuhnya sama. Namun berada di kampus dengan teman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia merupakan kesempatan luar biasa yang selalu saya syukuri. Memang tak dapat dipungkiri bahwa toleransi terhadap setiap perbedaan sangatlah dibutuhkan. Perbedaan kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dalam berinterkasipun menuntut saya untuk selalu mengenali dan mempelajari bagaimana sebaiknya memberikan tanggapan terhadap setiap perbedaan tersebut. Salah satu perbedaan kebiasaan semisal dalam hal bercanda yang terkesan kecil dan sepele itu, terkadang membawa dampak yang cukup berarti pada hubungan antarindividu. Yang berbeda bukanlah rasa humor antara satu orang dengan yang lainnya, namun lebih pada bagaimana setiap orang memiliki cara penyampaian candaannya masing-masing. Tak jarang saya temui, ketika salah satu teman memiliki kebiasaan bercanda dengan cara mencela penampilan atau kesalahan orang lain, sedang rekannya tersebut sedang dalam keadaan yang tidak cocok untuk diajak bercanda. Lalu kemudian terjadilah kesalahpahaman diantara keduanya. Sang pemberi candaan menuntut orang yang ia ajak bercanda untuk mengerti dan memahami bahwa hal yang tadi ia lakukan hanya semata-mata guyonan yang sama sekali tidak disertai niat untuk menghina, namun si penerima guyonan bersikukuh bahwa ia tidak dapat menerima gaya bercanda yang menurutnya tidak mengindahkan kesopanan tersebut.
Selain kepribadian seseorang, lingkunganpun akan mempengaruhi gaya berinteraksi seseorang termasuk dalam hal bercanda. Perbedaan kultur dan kebiasaan memberikan kecenderungan kepada seseorang dalam menentukan batasan atas hal-hal yang dianggap patut dan hal-hal mana saja yang telah melewati garis kesopanan. Kedua perspektif yang masing-masing memiliki argumennya dalam menanggapi kesalahpahaman tersebut bisa jadi benar, namun sekali lagi toleransi diperlukan dalam menghadapi keberagaman ini. Pelajaran itulah yang membuat saya berusaha untuk selalu berhati-hati dalam menyampaikan candaan ataupun argumen ketika berdiskusi. Sekalipun terkadang terasa agak ribet karena harus mengenali dan mempelajari kebiasaan teman dalam berinteraksi namun hal itulah yang membuat saya senang berada di kampus. Ketika semua keberagaman dinikmati dan dimaklumi, selalu ada jalan dalam mengoptimalkan potensi yang ada. Kami tidak akan kehabisan ide justru karena keberagaman yang kami punya. Kami tidak akan kehabisan topik untuk berdiskusi, justru karena perbedaan yang kami miliki. Rasa kekeluargaan yang perlu terus ditingkatkan semoga menjadi penguat toleransi pada setiap kesalahpahaman yang ada. Keberagaman bukanlah sesuatu yang memecahkan namun menyatukan. Disini, di Kota tempat para pemimpin bangsa biasa berdiskusi, saya menemukan keluarga baru dan juga kebahagiaan atas keberagaman yang kami miliki.
Tulisanmu begitu mengalir, enak dibaca. Isinya juga bukan sesuatu yang melangit, tapi hal sederhana yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kuliah ini bisa membantu banyak dalam membentuk kepribadian kita.
BalasHapusterimakasih pak, :)
BalasHapusdari pertemuan pertama kemarin, saya rasa akan ada banyak pelajaran tentang kehidupan yang akan saya pelajari, dan semoga dugaan saya itu benar ya pak,^^
Weel i love this story "ncus"..
BalasHapuswaktu baca tulisanmu ini ewin ngerasa kaya kalo lagi makan rempeyek buatan ibu ku... "krenyes2" tau tau abis dan pengen nambah lagi...
i am interested to have a cozy chit-chat with you to know our mind, next time maybe :)
Ewin.
wah, syukurlah walaupun ga bisa kalo harus bikin rempeyek beneran, tulisan nya yang krenyes jga gpp deh, :)
BalasHapusmakasi ewin,^^