Setiap orang
memiliki keunikannya masing-masing dan dengan berbagai kelebihan dan
kekurangannya lah, individu menjadi berbeda satu sama lain. Setiap ciri khas
dan hal-hal mendasar yang membedakan satu individu dengan individu lain, yang
juga mampu menggambarkan diri dan pribadi individu-individu tersebut menjadi deskripsi
tak tertulis yang dapat dijadikan acuan individu lain dalam berinteraksi di lingkungan
yang mereka tempati. Kecenderungan untuk diakui sudah menjadi hal lumrah bagi
setiap orang yang berbaur pada suatu lingkungan, tak ada satupun orang yang
hanya ingin berperan sebagai pemerhati dan tidak memiliki kemauan untuk dikenal
bahkan diakui keberadaannya. Maka dengan setiap keunikannya setiap orang
berusaha untuk dikenali, diakui dan dihargai dengan berbagai upaya yang dapat dilakukan
agar peranannya terhadap lingkungan dapat dirasakan oleh orang-orang
disekitarnya. Salah satu contoh upaya tersebut adalah dengan berkontribusi
dalam kegiatan –kegiatan yang mengusung kepentingan-kepentingan bersama, yang
tujuannya tak lain adalah untuk menunjukan bahwa saya ada disekitar anda dan
memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Ada banyak hal
yang bisa dijadikan ciri khas yang nantinya merujuk dan berujung pada identitas
seseorang, namun tidak setiap individu di lingkungan yang ditempati juga mampu
mengenali dan mengetahui keseluruhan identitas tersebut. Setiap individu lain
memiliki pandangannya masing-masing terhadap diri kita sendiri sehingga belum
dapat dipastikan bahwa apa yang kita anggap sebagai ciri khas dari diri kita
juga dapat ditangkap oleh mereka sebagai identitas kita. Saya dengan berbagai
keunikan yang saya miliki sehingga orang mampu membedakan saya dengan individu
lain adalah hasil dari pendeskripsian tidak langsung yang telah saya lakukan
baik dengan menunjukan perilaku saya ketika berinteraksi maupun karena
identitas mendasar seperti gender, suku, agama dan hal lain yan mampu secara
langsung orang ketahui dan terima sebagai identitas saya.
Bagaimana cara
orang lain memandang saya, mengakui keberadaan saya, mengenali sifat dan
karakter saya dan menentukan peran saya dalam kehidupannya mempunyai pengaruh
yang cukup besar bagi mereka dalam berinterikasi baik ketika berperilaku,
bersikap, bertindak dan mengambil keputusan penting yang berhubungan dengan
kepentingan bersama. Setiap kepentingan dan persoalan tersebut akan menstimulus
orang lain untuk menggunakan pengetahuannya mengenai identitas seseorang yang
pada kenyataanya tidaklah dijabarkan dengan satu ciri khas. Konteks
mempengaruhi seseorang dalam memutuskan identitas yang mana yang sedang
dibutuhkan untuk digunakan dalam mengambil keputusan. Contoh ketika topik yang
dibahas adalah kesetaraan gender maka identitas yang digunakan adalah saya
sebagai perempuan dalam menanggapi permasalahan tersebut. Namun berbeda ketika
persoalannya yaitu mengenai proses pemilihan kepemimpinan, maka identitas saya
yang akan dijadikan pertimbangan bukanlah sebatas gender, agama atau suku lagi,
namun akan lebih pada kemampuan saya dalam memimpin, karakter saya, kemampuan
dan pengalaman berorganisasi serta pengakuan terhadap keberadaan saya dan
pandangan individu lain tentang kepantasan saya menjadi seorang pemimpin.
Sehingga rangkaian identitas seseorang yang dikenal dilingkungannya tidaklah
digunakan setiap saat dan tidak dalam setiap persoalan yang dihadapi. Namun
pada kenyataanya setiap orang berhak menilai dan membangun deskripsi mengenai
pribadi orang lain dan membangunnya menjadi identitas yang kita akui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar